Feel It~

Feel It~

Sabtu, 02 Mei 2015

Jalan Keluar..

oh..aku terdampar diantara orang-orang sesat dan tersesat
kalau ada jalan keluar, sudah aku minta setiap hari pada Tuhan
kalau jalan itu belum terbuka, juga sudah aku minta setiap hari kepada Tuhan agar terbuka
kalau jalan itu belum waktunya, sudah berkali-kali pula aku minta pada Tuhan untuk memastikan bahwa sekarang saatnya.

Senin, 30 Maret 2015

salahku selalu mendewakan perasaan

sabtu malam.
angin yang tidak terlalu buruk untuk dilantai tiga.
tinggi, tapi tetap saja takbisa melihat siapa-siapa
langit malam dan suara angin
lengkap sudah. untuk sejenak melayang dan berharap.
apakah kau tau? rumah-rumah persegi dengan segala halaman luasnya itu sungguh merayuku.
sayang, langit dikota ini selalu begini. cerah, iya memang terang
tapi tanpa bintang
hmm..tenang sekali.
sunyi sekali
meski memang masih kudengar beberapa deru kendaraan. tepat limaratus meter dari kenyataan diluar sana.
juga cekikikan anak muda dipinggir persimpangan.

angin sesekali mendesak. mendesak tubuh untuk bergetar merasakan. merasakan lagi perasaan bersalahnya akan seseorang

atau bahkan ingin menuntut haknya yg selama ini hilang.
entahlah.
yang aku tau, aku tak pernah merasa seperti ini
seperti pemeran utama dalam film romansa
hanya saja ketika mulai rumit menjawabpun aku takbisa.
hanya mampu tersenyum dalam hingga menggetarkan lubuk. dan kadang berhasil menjatuhkan satu dua tetes air asin. itu saja.
selebihnya belum bisa kulanjutkan.

aku selalu kalah dengan perasaan
selalu didiamkan oleh kenyataan
selalu merindu hal yg takjelas
selalu mengeluh akan ketakutan
selalu merajuk begitu kelelahan
selalu begitu.
lalu tiba-tiba aku menemukan tempat ini dan mulai menjadi pemikir (lagi). tepatnya, sok pemikir.
bagaimana membedakan benar dan salah, baik dan jahat, indah dan buruk?
bahkan untuk membedakan orang yang benar-benar mencintaiku dan orang yang aku cintai meski aku tak tau apakah ini benar saja aku takbisa.
lalu apa?
aku selalu butuh jawaban, tanpa sedikitpun aku bertanya.
kenapa harus waktu yang selalu menjadi hakim?
apa aku tidak boleh sedikit melihat takdir?
maafkan aku jika aku tak sopan
maafkan aku jika aku lelah
maafkan aku jika semua kata-kata ini mulai membingungkan
seperti perasaan ini yang belum menemukan jalan keluar.


blogger template by lovebird